Senin, 15 November 2010

Agnostik [?]

Well kalau ada yang baca ini... Ini benar-benar IMO saja ya (In My Opinion )... kalau ada yang tersinggung atau merasa posting ini salah, sekali lagi ini IMO :) Open your mind...

Pertama kali dengar istilah Agnostik waktu nonton film Exorcism Of Emily Rose, film yang diangkat dari kisah nyata gadis yang mengalami 'kemasukan' lucifer... ini satu-satunya film horor yang bikin saya takut. Literally.

Back to topic... menurut Wikipedia sih Agnostik atau Agnotisisme itu:
suatu pandangan filosofis bahwa suatu nilai kebenaran dari suatu klaim tertentu yang umumnya berkaitan dengan teologi, metafisika, keberadaan Tuhan, dewa, dan lainnya yang tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang terbatas. Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui secara definitif pengetahuan tentang "Yang-Mutlak"; atau , dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara subyektif dimungkinkan, namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapat diverifikasi.


Dan perlu ditekankan bahwa Agnostik itu tidak sama dengan Atheis, singkatnya seperti ini deh (sekali lagi ini IMO) :
  • Agnostik : Percaya pada keberadaan Tuhan, tapi tidak memilih agama apapun untuk menyalurkan bentuk kepercayaannya, karena orang-orang yg menganut Agnotisisme menganggap tidak ada satu orang pun yang mampu menafsirkan dengan tepat apa itu "Tuhan" dan apa keinginan-Nya.
  • Atheis : Tidak Percaya Tuhan. Titik.
Dan kenapa saya membahas ini, well... Saya merasa saya ini sudah mulai masuk 'tahap' Agnostik. I repeat, saya percaya Tuhan, tapi kurang bisa memahami/memaknai ajaran Agama yang selama ini saya terima, semuanya gamblang. Hahaha Ok, saya bisa membayangkan kalau ada teman/kenalan saya membaca ini, mereka pasti akan dengan baik hati akan berusaha 'menyelamatkan' saya dengan wejangan dan kutipan-kutipan ayat, thanks before, but I'm not lost! I know what am I writing down here.. :)

Buat saya ajaran/perintah/larangan yang ada didalam agama itu terlalu rumit untuk bisa dipahami, jadi saya mengambil jalan tengah... Ok, saya percaya pada Tuhan, melakukan apa yang dianggap benar dan tidak berbuat jahat, saya berdoa (tentu saja dengan tata cara yang berlaku selama ini, tanda salib sebelum dan sesudahnya). Yang penting, saya tidak menyia-nyiakan waktu dan potensi yang saya punya yang telah diberikan Tuhan dengan hal-hal yang tidak berguna. Itu saja, fair kan? Yah tanpa ritual-ritual lainnya seperti pantang/puasa, doa novena, menghadiri upacara2 sakral gereja (misal natal dan paskah), dll...

Yang tidak saya mengerti disini, judge orang-orang, yah hanya segelintir orang saja sih (dan tentunya :) tidak bisa saya sebutkan oknumnya), saya tau, saya bukan orang yang religius, saya jarang keGereja, tidak mengambil pusing dengan tafsir kitab suci, dan jarang berdoa...Lantas dengan apa yang dilihat itu, mereka lantas dengan mudah menyimpulkan saya tidak punya agama, lebih parah tidak percaya Tuhan! Saya sih hanya akan senyum-senyum saja kalau dicap seperti itu (lagi dan lagi), bukan salah mereka, itukan dogma yang ditanamkan dari kita kecil termasuk kepada saya, apalagi mengingat mulai dari jaman TK sampai SMA saya bersekolah di sekolah Katolik, harusnya sih 'dekat' dengan ajarannya dong... Bahwa 'ber-Agama' itu (kalau dalam kepercayaan keluarga saya) yah harus kegereja dan rajin berdoa.

Saya ingat pernah bertanya kepada dosen agama saya, yah 3 tahun lalu kurang lebih... waktu itu saya bertanya, "Pak bagaimana dengan orang yang jarang ke Gereja, tapi rajin berdoa, apa orang itu dikatakan salah?" Lalu dosen saya itu menjawab, "Iman tanpa perbuatan itu sama dengan Nol" period. Beliau tidak melanjutkan, seakan-akan satu kutipan ayat itu bisa menjelaskan segalanya, waktu itu saya ingin membantah, 'Doa pun juga perbuatan, itu bentuk komunikasi paling personal dalam hubungan antara manusia dengan penciptanya, kalau tidak melalui lembaga seperti gereja berarti doanya tidak sah?'... Heheh.. tapi kutahan, tidak lanjut berkomentar... Kemudian saya berpikir, apa hanya itu patokannya seseorang dikatakan 'benar'? How Shallow... Saya tidak akan hanya sekedar ke tempat Ibadah hanya untuk mendapat cap 'baik-baik' dari masyarakat, karena itu artinya keimanan menjadi pamrih dan beriman tidak akan 100% kepada Sang-Pencipta bukan? Kalau ada yang menjawab ke tempat ibadah atau melangsungkan ibadah itu untuk memenuhi kebutuhan Rohani... Well, I dont get it people! Make me understand... Apa yang kurang dari kebutuhan Rohani anda sekarang? Sampai perlu 'hari khusus' hanya untuk berterima kasih dan mengucap syukur atas apa yang diberikanNya? Saya bisa bersyukur dan berterima kasih tiap hari.

Sekali lagi saya tidak bermasalah dengan orang yang rajin ke tempat ibadah dan menjalankan semua ritualnya... Saya menaruh respect kepada orang-orang yang (bisa) seperti itu, saya pun -suatu saat- juga ingin seperti itu, tapi belum untuk saat ini. Kenapa saya menunggu saat tepat, bukan sekarang saja? Karena menurut saya Tuhan dan Agama, 2 hal yang Sacred -suci/keramat-, saya tidak akan melakukannya hanya karena 'suruhan' atau karena itu 'keharusan'. Jika saya siap, saya akan melakukannya karena saya memang menerima dan menginginkannya dan saya usahakan dengan benar =p

Karena bagaimana pun salah satu cita-cita saya pada saat saya married kelak, saya ingin berjalan menuju altar Gereja, simply karena saya ingin Tuhan menyaksikan (dan mungkin memberi restu) pada saya dan pasanganku kelak. Hahaha... I know I know, how ironic setelah koar-koar saya soal tempat ibadah, saya mau menikah disitu...
Kembali lagi karena dogma yang tertanam dari kecil bahwa 'Gereja adalah Rumah Tuhan', walaupun saya yakin Tuhan bisa dimana saja, kapan saja, He's almighty right? ;)

Last, saya cuman mau bilang jangan menjudge seseorang salah atau benar, merujuk pada kata-kata "Nobody's perfect", so.. no one is right (ok.. kata2 mulai random), and we called it Human Being :)
But personally to all my friends, thank you for accept me... :) love you guys...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar