Selasa, 16 November 2010

Tru[Lies]th...

One scene with Truth (T) and Lies (L)...

L : Hey truth kemana saja? jarang keliatan...

T: tidak keman-mana, disini saja... hanya lagi kurang job, kurang banyak peminat, mereka lebih minat ke kamu Lies, cara kerja kamu lebih cepat katanya.

L : *tertawa kecil* Iya, heran juga kenapa mereka lebih memilih saya, padahal efek kerjaan saya hanya temporary, berguna untuk waktu singkat, sedang kamu efeknya lebih jangka panjang.

T : Heh.. keliatan kok, semua klien kamu itu manusia yang berpikir pendek, yang penting sekarang, masalah lain belakangan.

L : Saya rasa bukan itu. Harga mu terlalu mahal Truth, dan kerjaan kamu mengandung resiko, siapapun yang memakai jasa kamu.. pasti punya keberanian besar.


[Hening...]


T : Apapun alasan mereka Lies, saya harus mengakui, saya iri sama kamu, kadang-kadang telinga lebih memilih buat dengerin kamu ketimbang saya, yang punya telinga bilang kata-kata saya nyakitin...

L : Ahh... bullshit kalau kamu iri. Walaupun kamu 'nyakitin' ujung-ujungnya mereka akan tetap menerima kamu... Sedang saya, setelah digunakan, dan berhasil, berterima kasihpun tidak, yang ada kalau pekerjaanku gagal, mereka malah mencak-mencak, ngamuk-ngamuk... Lame people.


[Hening...]

L : Kamu akan selalu muncul Truth, saat saya tidak diperlukan lagi.

T : Yah.. seperti biasa, saya harus muncul untuk memperbaiki semuanya. Itu memang kerjaanku, bagaimana pun juga harus ada yang salah dulu sampai saya berguna

L : Jadi maksudnya, saya yg mengacau dimana-mana?

T : Bukan kamu yang kacau, tapi manusianya... Ayolah kawan. No hurt feeling... manusia akan selalu memakai kita, mereka butuh kita. Kita hanya butuh duduk dan menonton apa yang mereka perbuat...

L : Dan saat mereka 'terpeleset', baru kita liat mana yang mereka pekerjakan, Aku atau Kamu...

T : See... Bukan sepenuhnya salah kamu kok...

L : *sigh* I get to go... ada panggilan kerja nih...

T : Hahahah... Kamu memang selalu lebih laris




*Note : serius! yg diatas ini, dulu sempat dibuat utk tugas, tapi lupa materinya ttg apa sampai2 saya nulis kayak gini... ujung-ujungnya tidak dikumpul juga -_-

Senin, 15 November 2010

life Pictures, Images and Photos

11:11 wish...
11:11 Pictures, Images and Photos

Agnostik [?]

Well kalau ada yang baca ini... Ini benar-benar IMO saja ya (In My Opinion )... kalau ada yang tersinggung atau merasa posting ini salah, sekali lagi ini IMO :) Open your mind...

Pertama kali dengar istilah Agnostik waktu nonton film Exorcism Of Emily Rose, film yang diangkat dari kisah nyata gadis yang mengalami 'kemasukan' lucifer... ini satu-satunya film horor yang bikin saya takut. Literally.

Back to topic... menurut Wikipedia sih Agnostik atau Agnotisisme itu:
suatu pandangan filosofis bahwa suatu nilai kebenaran dari suatu klaim tertentu yang umumnya berkaitan dengan teologi, metafisika, keberadaan Tuhan, dewa, dan lainnya yang tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang terbatas. Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui secara definitif pengetahuan tentang "Yang-Mutlak"; atau , dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara subyektif dimungkinkan, namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapat diverifikasi.


Dan perlu ditekankan bahwa Agnostik itu tidak sama dengan Atheis, singkatnya seperti ini deh (sekali lagi ini IMO) :
  • Agnostik : Percaya pada keberadaan Tuhan, tapi tidak memilih agama apapun untuk menyalurkan bentuk kepercayaannya, karena orang-orang yg menganut Agnotisisme menganggap tidak ada satu orang pun yang mampu menafsirkan dengan tepat apa itu "Tuhan" dan apa keinginan-Nya.
  • Atheis : Tidak Percaya Tuhan. Titik.
Dan kenapa saya membahas ini, well... Saya merasa saya ini sudah mulai masuk 'tahap' Agnostik. I repeat, saya percaya Tuhan, tapi kurang bisa memahami/memaknai ajaran Agama yang selama ini saya terima, semuanya gamblang. Hahaha Ok, saya bisa membayangkan kalau ada teman/kenalan saya membaca ini, mereka pasti akan dengan baik hati akan berusaha 'menyelamatkan' saya dengan wejangan dan kutipan-kutipan ayat, thanks before, but I'm not lost! I know what am I writing down here.. :)

Buat saya ajaran/perintah/larangan yang ada didalam agama itu terlalu rumit untuk bisa dipahami, jadi saya mengambil jalan tengah... Ok, saya percaya pada Tuhan, melakukan apa yang dianggap benar dan tidak berbuat jahat, saya berdoa (tentu saja dengan tata cara yang berlaku selama ini, tanda salib sebelum dan sesudahnya). Yang penting, saya tidak menyia-nyiakan waktu dan potensi yang saya punya yang telah diberikan Tuhan dengan hal-hal yang tidak berguna. Itu saja, fair kan? Yah tanpa ritual-ritual lainnya seperti pantang/puasa, doa novena, menghadiri upacara2 sakral gereja (misal natal dan paskah), dll...

Yang tidak saya mengerti disini, judge orang-orang, yah hanya segelintir orang saja sih (dan tentunya :) tidak bisa saya sebutkan oknumnya), saya tau, saya bukan orang yang religius, saya jarang keGereja, tidak mengambil pusing dengan tafsir kitab suci, dan jarang berdoa...Lantas dengan apa yang dilihat itu, mereka lantas dengan mudah menyimpulkan saya tidak punya agama, lebih parah tidak percaya Tuhan! Saya sih hanya akan senyum-senyum saja kalau dicap seperti itu (lagi dan lagi), bukan salah mereka, itukan dogma yang ditanamkan dari kita kecil termasuk kepada saya, apalagi mengingat mulai dari jaman TK sampai SMA saya bersekolah di sekolah Katolik, harusnya sih 'dekat' dengan ajarannya dong... Bahwa 'ber-Agama' itu (kalau dalam kepercayaan keluarga saya) yah harus kegereja dan rajin berdoa.

Saya ingat pernah bertanya kepada dosen agama saya, yah 3 tahun lalu kurang lebih... waktu itu saya bertanya, "Pak bagaimana dengan orang yang jarang ke Gereja, tapi rajin berdoa, apa orang itu dikatakan salah?" Lalu dosen saya itu menjawab, "Iman tanpa perbuatan itu sama dengan Nol" period. Beliau tidak melanjutkan, seakan-akan satu kutipan ayat itu bisa menjelaskan segalanya, waktu itu saya ingin membantah, 'Doa pun juga perbuatan, itu bentuk komunikasi paling personal dalam hubungan antara manusia dengan penciptanya, kalau tidak melalui lembaga seperti gereja berarti doanya tidak sah?'... Heheh.. tapi kutahan, tidak lanjut berkomentar... Kemudian saya berpikir, apa hanya itu patokannya seseorang dikatakan 'benar'? How Shallow... Saya tidak akan hanya sekedar ke tempat Ibadah hanya untuk mendapat cap 'baik-baik' dari masyarakat, karena itu artinya keimanan menjadi pamrih dan beriman tidak akan 100% kepada Sang-Pencipta bukan? Kalau ada yang menjawab ke tempat ibadah atau melangsungkan ibadah itu untuk memenuhi kebutuhan Rohani... Well, I dont get it people! Make me understand... Apa yang kurang dari kebutuhan Rohani anda sekarang? Sampai perlu 'hari khusus' hanya untuk berterima kasih dan mengucap syukur atas apa yang diberikanNya? Saya bisa bersyukur dan berterima kasih tiap hari.

Sekali lagi saya tidak bermasalah dengan orang yang rajin ke tempat ibadah dan menjalankan semua ritualnya... Saya menaruh respect kepada orang-orang yang (bisa) seperti itu, saya pun -suatu saat- juga ingin seperti itu, tapi belum untuk saat ini. Kenapa saya menunggu saat tepat, bukan sekarang saja? Karena menurut saya Tuhan dan Agama, 2 hal yang Sacred -suci/keramat-, saya tidak akan melakukannya hanya karena 'suruhan' atau karena itu 'keharusan'. Jika saya siap, saya akan melakukannya karena saya memang menerima dan menginginkannya dan saya usahakan dengan benar =p

Karena bagaimana pun salah satu cita-cita saya pada saat saya married kelak, saya ingin berjalan menuju altar Gereja, simply karena saya ingin Tuhan menyaksikan (dan mungkin memberi restu) pada saya dan pasanganku kelak. Hahaha... I know I know, how ironic setelah koar-koar saya soal tempat ibadah, saya mau menikah disitu...
Kembali lagi karena dogma yang tertanam dari kecil bahwa 'Gereja adalah Rumah Tuhan', walaupun saya yakin Tuhan bisa dimana saja, kapan saja, He's almighty right? ;)

Last, saya cuman mau bilang jangan menjudge seseorang salah atau benar, merujuk pada kata-kata "Nobody's perfect", so.. no one is right (ok.. kata2 mulai random), and we called it Human Being :)
But personally to all my friends, thank you for accept me... :) love you guys...

Minggu, 14 November 2010

Out Of GoodByes

Adam Lavine Feat. Lady Antebellum

You tell me actions, speak louder
But there’s something about her words that hurt

Closing up its so late and
I’m the last one, still waiting for you to unlock the door

On our way home I realize
There’s some kind of storm brewing in his eyes, only veiled by a thin disguise

And now that I’ve done my time
I, I need to move on and I need you to try
Cuz we’re out of goodbyes, we’re out of goodbyes, out of goodbyes

Never asked you to change, but sadly you don’t feel the same about me
I wonder does your man, still shudder when you touch his hand, like this man

And on our way home I realize
There is some kind of storm brewing in his eyes,
Only veiled by a thin disguise

Now that I’ve done my time, I, I need to move on
And I need you to try
Cuz we’re out of goodbyes, we’re out of goodbyes, we’re out of goodbyes...

Anonymous

saat itu saat semua begitu benar...

saat matahari dan bumi, masih berjalan beriringan, Bumi mengelilinginya Matahari porosnya, Matahari pusatnya...


membenarkan semuanya, walau Bumi tau itu salah

saat itu Bumi menyalahkan ketidak dewasaan, menyalahkan usia..

tapi tidak, itu cuma sanggahan...


saat itu saat matahari tiba-tiba merasa harus meninggalkan bumi

"sudah cukup cahaya yang diberikan kepada bumi" begitu kata Matahari

Bumi tau saat itu akan datang, bumi hanya diam...

matahari pun beralih... mencoba menyinari yang lain

Demi apa bumi bisa menahan matahari? Dan demi apa matahari akan tinggal bersama bumi..

itu tidak akan terjadi, karena bumi dan matahari tau saat itu akan datang.. saat mereka harus saling meninggalkan sebelum mereka saling serang... Hanya saja matahari memutuskan utk mengambil langkah lebih dahulu daripada bumi...

Matahari, liat dampak apa yg kau beri pada bumi, bumi dulu tau bagaimana harus bergerak karena ada matahari yang menjadi porosnya...

well bumi agak linglung, tapi bumi tau dia akan baik-baik saja, nanti, karena dulu pun begitu...

hanya saja bumi belum akan mencari poros baru, kalaupun ada planet disekitarnya, itu hanya tubrukan kecil... tidak akan berarti banyak untuk bumi...bumi menjadi sedkit jahat sesudahnya... tapi bumi tidak menyalahkan Matahari...

Bumi belum akan menetap, bahkan kepada bintang lain yang menjanjikan jagad raya... ia hanya akan berkeliling dulu, sampai menemukan poros yg tepat..

:)